Volkswagen AG (VW) mengumumkan akan mempekerjakan lebih dari 1.000 ahli IT dari semua sektor teknologi tinggi hingga tiga tahun ke depan. Ini diwacanakan untuk membantu mengejar target mereka di masa depan. Seperti detikINET kutip Carscoop, Senin (2/1/2017), para ahli yang diboyong oleh VW untuk memperkuat timnya diantaranya dari industri game dan penelitian tingkat atas untuk memperluas pengetahuan dalam bidang kecerdasan buatan, big data, virtual reality, smart production dan konektivitas. "Kami menangani tantangan utama masa depan dengan orang-orang terbaik. Digitalisasi, pengembangan perangkat lunak, e-mobility, teknologi otonom, dan layanan mobilitas," ujar salah satu bos VW, Karlheinz Blessing. Selama beberapa bulan terakhir, Grup IT VW telah merekrut ahli yang khusus di bidang robotika, level design, design thinking, dan peneliti kecerdasan buatan. Chief Information Officer (CIO) VW, Martin Hofman mengatakan, ahli-ahli IT kembali direkrut, karena VW menghadapi tugas yang lebih bervariasi dan menarik dari sebelumnya. "Dalam grup mobilitas global VW, IT berarti sebagai kerja sama internasional, serbaguna kerja dengan cepat, tim kreatif dan teknologi yang paling maju," tuturnya. Saat ini setengah dari karyawan baru VW akan bekerja di Wolfsburg. Sementara untuk grup IT inti VW akan bekerja di kantor pusat VW serta laboratorium IT di Wolfsburg, Berlin, dan Munich.
Berita Terkini Lainnya
JK Ungkap Komitmen Afghanistan soal Pendidikan untuk Perempuan Dhani Irawan
Isu kesetaraan gender di Afghanistan sejak dipimpin Taliban mendapatkan sorotan paling tajam di mata...
Baca Berita →Kapan Lebaran Iduladha 2024 Versi BMKG, BRIN, dan Muhammadiyah?
Pemerintah, melalui Kementerian Agama, bakal menggelar Sidang Isbat Awal Zulhijah 1445 Hijriah pada...
Baca Berita →Puluhan Bahasa Daerah Terancam Punah, Revitalisasi Terus Digiatkan
JAKARTA, KOMPAS.com – Sebanyak 25 bahasa daerah di Indonesia berstatus terancam punah, bahkan 11 b...
Baca Berita →Penjelasan Meta, Penyebab Facebook dan Instagram Down Tadi Malam
KOMPAS.com - Media sosial di bawah naungan Meta, termasuk Facebook dan Instagram tumbang alias down...
Baca Berita →