IRVINE - Saat ini, kebanyakan baterai untuk smartphone terbuat dari lithium, sehingga tidak dapat bertahan terlalu lama. Baru-baru ini, para peneliti menemukan cara agar baterai dapat bertahan lebih lama. Para peneliti dari Univesitas Irvine, Amerika Serikat, membuat baterai yang dapat menambah kekuatan kawat nano emas di gel elektrolit. Pasalnya, bagian ini dianggap sebagai komponen penting dalam mengisi daya baterai. Dalam penelitian, para ilmuwan melapisi kawat nano emas dengan mangan doixoda dan menukar lithium dengan gel elektrolit. Hasilnya, sebuah baterai yang dapat bertahan lebih lama dari produk konvensional. Penelitian ini dilakukan untuk mencari alternatif pengganti lithium,yang dikenal sangat mudah terbakar. Selain itu, peneliti juga berambisi membuat baterai yang ramah lingkungan. Sayangnya, baterai ini belum bisa diproduksi secara massal, sebab material untuk baterai ini sangatlah mahal. Demikian seperti dikutip dari Mirror, Senin (24/10/2016).
Berita Terkini Lainnya
JK Ungkap Komitmen Afghanistan soal Pendidikan untuk Perempuan Dhani Irawan
Isu kesetaraan gender di Afghanistan sejak dipimpin Taliban mendapatkan sorotan paling tajam di mata...
Baca Berita →Kapan Lebaran Iduladha 2024 Versi BMKG, BRIN, dan Muhammadiyah?
Pemerintah, melalui Kementerian Agama, bakal menggelar Sidang Isbat Awal Zulhijah 1445 Hijriah pada...
Baca Berita →Puluhan Bahasa Daerah Terancam Punah, Revitalisasi Terus Digiatkan
JAKARTA, KOMPAS.com – Sebanyak 25 bahasa daerah di Indonesia berstatus terancam punah, bahkan 11 b...
Baca Berita →Penjelasan Meta, Penyebab Facebook dan Instagram Down Tadi Malam
KOMPAS.com - Media sosial di bawah naungan Meta, termasuk Facebook dan Instagram tumbang alias down...
Baca Berita →