BeritaTeknologi.com Kereta menjadi pilihan yang kerap digunakan sebagai sarana mengatasi kemacetan. Hanya saja, moda transportasi ini memiliki jalur yang terbatas, karena berjalan di atas rel. Namun, lain halnya dengan kereta terbaru yang diperlihatkan oleh negara Cina. Mereka berhasil menciptakan sebuah kereta yang dapat berjalan di atas jalan raya, selayaknya mobil dan bus. Kereta tersebut diberi nama Autonomous Rail Transit (ART) dan telah dipamerkan untuk pertama kalinya di Kota Zuzhou, Provinsi Hunan. Dilihat dari penampilannya, kendaraan ini tidak ubahnya seperti sebuah kereta, dengan tubuh yang sangat panjang, berkapasitas mencapai 307 penumpang. Hanya saja, kereta ini dapat berjalan di jalan raya, tidak butuh keberadaan jalur rel seperti kereta lain. Sebagai gantinya, terdapat rel virtual. Kereta ART ini merupakan kreasi dari CRRC yang ditujukan sebagai solusi mengatasi padatnya lalu lintas di pusat perkotaan. Kereta ini digadang-gadang bakal menyediakan solusi transportasi yang murah, di samping keberadaan kereta bawah tanah atau tram. Selain itu, kereta ini juga lebih ramah lingkungan karena bertenaga listrik. Pengisian baterai pada kereta ini pun bisa dilakukan dengan cukup efisien. Pengisian selama 10 menit, bisa dipakai untuk menempuh perjalanan sejauh 25 km. Selain itu, kereta ini dapat melaju dengan kecepatan maksimal pada angka 70 km per jam. Di dalamnya juga dilengkapi dengan sistem yang mampu menghindari adanya penghalang. Pihak CRRC pun kini tengah membangun jalur sejauh 6,5 km di Kota Zuzhou sebagai jalur transportasi kereta ini. Menurut rencana, jalur ini akan selesai pada tahun depan, sehingga kereta ini bisa dimanfaatkan secara langsung. Hanya saja, kita perlu melihat lebih jauh lagi mengenai teknologi terbaru dari Cina ini. Seperti diketahui, beberapa waktu lalu sempat muncul bus melayang yang menawarkan solusi kemacetan. Hanya saja, bus TEB itu akhirnya mangkrak dan tidak ada kelanjutannya. (BHK)
Berita Terkini Lainnya
JK Ungkap Komitmen Afghanistan soal Pendidikan untuk Perempuan Dhani Irawan
Isu kesetaraan gender di Afghanistan sejak dipimpin Taliban mendapatkan sorotan paling tajam di mata...
Baca Berita →Kapan Lebaran Iduladha 2024 Versi BMKG, BRIN, dan Muhammadiyah?
Pemerintah, melalui Kementerian Agama, bakal menggelar Sidang Isbat Awal Zulhijah 1445 Hijriah pada...
Baca Berita →Puluhan Bahasa Daerah Terancam Punah, Revitalisasi Terus Digiatkan
JAKARTA, KOMPAS.com – Sebanyak 25 bahasa daerah di Indonesia berstatus terancam punah, bahkan 11 b...
Baca Berita →Penjelasan Meta, Penyebab Facebook dan Instagram Down Tadi Malam
KOMPAS.com - Media sosial di bawah naungan Meta, termasuk Facebook dan Instagram tumbang alias down...
Baca Berita →