MAGELANG – Pendidikan sekarang berbeda dengan era dulu. Metode pembelajaran di kampus pada era industri level 4.0, lebih menekankan pada pembelajaran yang kooperatif. Yaitu, pembelajaran tidak hanya di kampus tetapi diintegrasikan pada pembelajaran berbasis akses internet. “Dalam proses belajar di perguruan tinggi dosen hanya sebagai motivator atau pendorong dalam penyemangat belajar mahasiswa. Adapun mahasiswa dituntut untuk meningkatkan kemandiriannya,“ ujar Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang, Jawa Tengah Ir. Eko Muh Widodo MT saat kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKK Maba) di Auditorium Kampus 1 UM Magelang. Sebanyak 653 mahasiswa baru UM Magelang Tahap I disambut jajaran pimpinan universitas dan fakultas. Yakni, Rektor, Wakil Rektor serta Dekan di lingkungan UM Magelang. Di hari pertama, mahasiswa diberikan bekal materi tentang kesadaran bela negara dari Akademi Militer yang disampaikan Kepala Sub Departemen Kepemimpinan dan Kejuangan Letkol Sugeng Dikari SH, MH. Setelah itu, dilanjutkan dengan materi dari Kapolres Kota Magelang AKBP Kristanto Yoga Darmawan tentang Pencegahan Paham Radikalisme dan Terorisme di Kampus. Peserta tampak antusias mendengarkan paparan dari kedua pemateri tersebut. Ketua panitia PKK Maba Saifudin M. Eng, menjelaskan PKK Maba merupakan kegiatan pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru UM Magelang. Selama lima hari, mahasiswa baru akan diberi pembekalan tentang lingkungan sivitas akademika, lingkungan fakultas dan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). “Disamping itu juga pembekalan bela negara dan nasionalisme,†kata Saifudin, yang juga wakil Dekan FT UM Magelang tersebut. Ia menambahkan bahwa peserta PPK Maba tahap II akan dilakukan bagi mahasiswa yang diterima di gelombang 1 dan 2 tapi belum melakukan daftar ulang serta pendaftar gelombang 3 dan juga mahasiswa paralel. Adapun jumlah peserta PPK Maba Tahap II jumlahnya akan terus bertambah seiring masih dibukanya waktu pendaftaran mahasiswa baru UM Magelang hingga 15 September 2018. “Mahasiswa UM Magelang seperti tahun sebelumnya, berasal dari berbagai provinsi di Indonesia. Itu berarti UM Magelang dapat diterima dan dijadikan sebagai referensi tempat menuntut ilmu pada jenjang perguruan tinggi,†katanya. (Siedoo)
Berita Terkini Lainnya
JK Ungkap Komitmen Afghanistan soal Pendidikan untuk Perempuan Dhani Irawan
Isu kesetaraan gender di Afghanistan sejak dipimpin Taliban mendapatkan sorotan paling tajam di mata...
Baca Berita →Kapan Lebaran Iduladha 2024 Versi BMKG, BRIN, dan Muhammadiyah?
Pemerintah, melalui Kementerian Agama, bakal menggelar Sidang Isbat Awal Zulhijah 1445 Hijriah pada...
Baca Berita →Puluhan Bahasa Daerah Terancam Punah, Revitalisasi Terus Digiatkan
JAKARTA, KOMPAS.com – Sebanyak 25 bahasa daerah di Indonesia berstatus terancam punah, bahkan 11 b...
Baca Berita →Penjelasan Meta, Penyebab Facebook dan Instagram Down Tadi Malam
KOMPAS.com - Media sosial di bawah naungan Meta, termasuk Facebook dan Instagram tumbang alias down...
Baca Berita →